Pecah Lini Usaha, IBM Fokus Kembangkan Platform Hybrid Cloud

IBM
IBM

P.Perusahaan multinasional, International Business Machines Corporation (IBM Inc.) baru saja menerbitkan siaran pers yang ditujukan bagi investor untuk lebih memahami keadaan perusahaan saat ini. Rilisan ini telah dirilis sejak Kamis (8/10) lalu.

Di dalamnya, IBM menjelaskan bahwa mereka ingin lebih fokus pada percepatan pengembangan strategi cloud hybrid mereka, untuk mendorong transformasi digital bagi kliennya. Karena fokus baru ini, IBM akan memisahkan unit layanan infrastrukturnya dengan perusahaan publik baru, "NewCo". Pemisahan atau spin off ini ditargetkan selesai pada akhir 2021.

Dengan begitu, perusahaan yang telah berdiri selama 109 tahun ini bisa lebih fokus pada bisnis dengan margin lebih tinggi, yakni layanan cloud dan kecerdasan buatan (AI). Dalam rilis yang dipublikasikan 8 Oktober lalu, Arvind Krishna, Chief Executive Officer IBM menyampaikan visinya untuk IBM di masa depan.

Baca juga: Panggilan AWS untuk Kesadaran Keamanan Cloud

IBM Berfokus pada Memanfaatkan Peluang Hybrid Cloud

Peluang IBM cloud hybrid
Peluang yang ingin dicapai IBM di sektor cloud hybrid (Sumber: IBM)

Arvind mengatakan, IBM akan fokus pada peluang hybrid cloud senilai satu triliun dolar. Baginya, kini adalah saat yang tepat untuk menciptakan dua perusahaan market-leading yang memiliki fokus masing-masing dengan kemampuan terbaiknya. "IBM akan fokus pada platform cloud hybrid terbuka dan kemampuan AI," katanya.

Sementara itu, NewCo akan memiliki kelincahan yang lebih besar untuk merancang, mengoperasikan, dan memodernisasi infrastruktur terpenting di dunia. Kedua perusahaan akan meningkatkan lintasan pertumbuhan mereka, dengan kemampuan yang lebih besar untuk bermitra dan menangkap peluang baru, menciptakan nilai bagi klien dan pemegang saham.

Arvind Krishna sendiri telah menjabat sebagai CEO IBM sejak April 2020. Ia memulai karirnya di perusahaan teknologi tersebut sejak 1990, dan menjabat sebagai VP senior sejak 2015. Sebelum rencana terbaru ini, Krishna telah melaksanakan rencana akuisisi Red Hat – sebuah perusahaan multinasional yang berfokus pada pengembangan perangkat lunak (software), khususnya perangkat lunak open source untuk kelas perusahaan.

Baca:  Huawei Dorong Kemajuan Kelola Data & Cloud di Indonesia

NewCo Akan Menjadi Penyedia Layanan Infrastruktur Terbesar

IBM - NewCo

Masih dalam rilis yang sama, Ginni Rometty, executive chairman IBM, mengatakan bahwa perusahaan diposisikan untuk menyambut era baru hybrid cloud. "Transformasi yang terjadi selama bertahun-tahun telah menciptakan fondasi untuk platform cloud hybrid terbuka, yang dipercepat dengan akuisisi Red Hat."

Nantinya, NewCo akan memiliki lebih dari 90 ribu karyawan dan pendapatan senilai 19 miliar dolar, mengambil bagian dari total 352 ribu karyawan yang bergabung dengan IBM saat ini. Setelah pemisahan lini bisnis selesai, NewCo akan mencakup sekitar 4.600 pelanggan, melayani lebih dari 75% perusahaan Fortune 100, secara otomatis menjadi penyedia layanan infrastruktur terkelola terkemuka di dunia.

Saat ini, platform cloud hybrid hanya dikuasai oleh dua perusahaan, yakni Amazon dan Microsoft. Namun meski begitu, IBM tetap positif atas peluang yang bisa didapat, serta pertumbuhannya yang relatif cepat, salah satunya akibat pandemi global yang memaksa banyak organisasi menerapkan sistem kerja jarak jauh.