Mirrorless Fujifilm X-S10 Didesain Khusus untuk Vlogger

Fujifilm X-S10
Fujifilm X-S10

Beh pandemi yang sedang berlangsung tampaknya tak membuat produsen kamera menahan diri untuk merilis produk barunya. Ya, meski tidak disarankan bepergian ke luar rumah, pembuat konten tetap bisa berkreasi di rumah. Untuk terus memenuhi kebutuhan konsumennya, kali ini Fujifilm merilis kamera mirrorless kelas menengah.

Kamera ini dirancang dengan cara hybrid, dalam arti, memiliki daya tarik bagi fotografer dan videografer. Fujifilm X-S10 Hadir dengan desain yang sedikit berbeda dengan mirrorless Fuji sebelumnya, meski tetap mengadopsi estetika klasik pada bodinya. Kontrol kamera juga dibuat berbeda, tentunya perlu sedikit pembiasaan bagi pengguna seri lama.

Baca juga: Bersaing dengan Sony ZV-1, Panasonic Lumix G100 Dibuat Khusus untuk Vlogger

Spesifikasi Mirrorless Fujifilm X-S10

Fujifilm X-S10

Didesain kompak dengan bobot yang relatif ringan (mencapai 465 gram), Fujifilm X-S10 memiliki dimensi grip yang lebih besar. Hal ini tentunya lebih memudahkan pengguna dalam menggenggam, meningkatkan stabilitas dalam genggaman. Kamera ini juga yang pertama dalam seri Fujifilm yang menggunakan mode dial di bodi atas dengan standar "PASM". Mereka ingin pengguna dengan cepat menyesuaikan kamera DSLR lama mereka melalui standar ini.

Pada seri Fuji lainnya seperti X-T, dial di atas biasanya digunakan untuk mengatur kecepatan rana, ISO dan eksposur. Namun kali ini berbeda, mirrorless kompak Fujifilm yang satu ini hanya memiliki dial untuk mengganti mode, serta lainnya yang bisa disesuaikan menurut pengguna. Lebih dikenali oleh pengguna merek kamera lain.

Untuk kecepatan pengambilan video, tombol rekam disertakan di sebelah rana. Tujuannya agar pengguna bisa langsung mengambil video, meski masih dalam mode foto. Mirrorless terbaru dari Fujifilm memiliki sensor 26.1MP X-TransTM CMOS 4, dengan prosesor X-Processor 4 baru.

Baca:  Huawei Segera Hadirkan Smartwatch di Indonesia untuk Gen Z

Memperoleh ukuran yang lebih kompak, Fufifilm mampu merancang sistem stabilisasinya melalui kemampuan IBIS-nya. Baik kapasitas maupun volumenya telah berhasil diturunkan hingga 30% dari generasi sebelumnya. Sistem IBIS memberikan tingkat stabilisasi hingga 6 perhentian. Sedangkan untuk video terdapat fitur Image Stabilization Mode Boost. Ia bekerja seperti EIS pada smartphone, mampu menghilangkan guncangan saat digenggam sambil berjalan.

Fokusnya diklaim super cepat, dilengkapi AF tracking yang mampu menjaga fokus pada mata dan wajah subjek. Dan menjadi ciri khas kamera Fujifilm, X-S10 dibekali total 18 film simulasi yang bisa diuji langsung dari kamera (seperti Velvia, Provia dan Astia). Beberapa dari filter ini dapat diterapkan secara otomatis melalui fitur Shooting Priority Auto.

Harga Fujifilm X-S10 mulai dari Rp 14 jutaan

Fujifilm X-S10

Didesain untuk vlogger, layar bisa diputar ke samping dan depan (vari-angle) hingga 180 derajat. Di sebelah kiri, Fujifilm X-S10 dilengkapi dengan port USB-C serta jack audio 3.5mm untuk mikrofon eksternal. Yang cukup pintar, port audio ditempatkan di bagian paling atas, agar tidak menghalangi mekanisme layar yang berputar.

Fujifilm akan segera memasarkan Fujifilm X-S10 baru mulai November ini, secara bertahap mulai dari Amerika Serikat, Kanada dan Inggris hingga wilayah lain. Harganya dipatok USD 1000 atau Rp 14 juta (body only) dan USD 1.400 (Rp 20 juta) untuk kit dengan lensa 18-55m f / 2.8 – f / 4.