Huawei Dorong Kemajuan Kelola Data & Cloud di Indonesia

Huawei Dorong Kemajuan Kelola Data & Cloud di Indonesia
Logo Huawei

TTak hanya merilis produk elektronik, Huawei juga terus berperan dalam mengembangkan teknologi cloud secara global, termasuk di Indonesia. Untuk mendorong digitalisasi nasional, Huawei Indonesia bekerja sama dengan Big Data and AI Association (ABDI) mengadakan diskusi online berskala nasional dengan tema "Tata Kelola Data dan Cloud untuk Mendorong Digitalisasi Nasional".

Diadakan pada 28 Agustus 2020 kemarin, diskusi online digelar untuk mengharmoniskan pemahaman, sekaligus memperkuat komitmen dengan komunitas ICT dan ekosistem industri Cloud & Data, serta bertukar wawasan tentang Data dan Cloud Sovereignty. Akibat pandemi ini, sangat mudah ketika diskusi diadakan secara online, pesertanya banyak sekali, hingga 900 orang.

Dalam diskusi tersebut, pembicara utama adalah Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian selaku Kepala Badan Cyber ​​dan Crypto Nasional, dan Jacky Chen selaku CEO Huawei Indonesia. Sementara itu, sebagai pembicara pada sesi diskusi panel, dihadiri pula oleh perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Staf Ahli Menkominfo dan praktisi lainnya.

Baca juga: Huawei: 5G dan TIK penting untuk memulihkan ekonomi saat pandemi

Keamanan Data Merupakan Masalah Utama Selama Pandemi

Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia
Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia saat diskusi online pada 28 Agustus kemarin,

Diketahui bahwa keamanan siber telah ditempatkan sebagai salah satu masalah utama selama pandemi global. Situasi ini menuntut agar semua pihak dapat mengelola data secara lebih menyeluruh. Tidak hanya itu, langkah-langkah regulasi menunjukkan bahwa dalam hal data, privasi dan manajemen lebih dari sekedar komitmen yang terkait dengan sebuah kode etik.

Tapi juga terkait dengan kepatuhan hukum. Di saat negara-negara sedang mengakselerasi pengembangan kedaulatan data untuk memastikan data terlindungi dan terjamin kedaulatan digitalnya, pemerintah Indonesia juga mengangkat hal serupa pada Pertemuan Tingkat Menteri Ekonomi Digital G20 yang diadakan pada Juli 2020.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Indonesia menggarisbawahi bahwa proses pertukaran data harus dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta menekankan pentingnya peningkatan kebutuhan akan perlindungan dan keamanan data. Terkait dengan hal tersebut, rencana pemerintah untuk membangun Pusat Data Nasional juga telah direncanakan, paling lambat pada tahun 2023.

Baca:  Huawei Segera Hadirkan Smartwatch di Indonesia untuk Gen Z

Kepala BSSN menyampaikan bahwa tantangan besar bangsa dalam menghadapi dunia digitalisasi adalah permasalahan yang terjadi di ranah siber, terkait dengan isu keamanan dan kesejahteraan. “Visi dan misi BSSN adalah menjaga keamanan siber secara efektif dan efisien. Kesadaran ekosistem terhadap keamanan siber dan kedaulatan data sangat penting untuk terus ditingkatkan,” jelas Hinsa.

Untuk itu, BSSN sangat mengapresiasi upaya dan komitmen Huawei untuk meningkatkan literasi di bidang ini, baik melalui diskusi pendidikan maupun program lainnya. Secara global, Huawei telah banyak berinvestasi dalam komputasi awan selama lebih dari 12 tahun. Selama 20 tahun hadir dan berkembang di Indonesia, Huawei akan terus berinvestasi dalam teknologi terbarukan utama di Cloud, 5G, AI sesuai dengan peraturan setempat.

Sejalan dengan Pemerintah, Percepat Transformasi Digital

Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia

Jacky Chen menambahkan, “Huawei yakin pengembangan ekosistem infrastruktur TIK yang kuat di Indonesia dapat mendukung percepatan Digitalisasi Nasional, menuju Indonesia yang cerdas dan saling terhubung, sehingga akan menjadi 10 besar negara di dunia pada tahun 2030, dan menjadi negara maju pada tahun 2045. "

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Prof.Dr.Henri Subiakto juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi upaya percepatan transformasi digital, seperti yang dikatakan Presiden Jokowi. Ia menyampaikan apresiasinya kepada Huawei yang telah berkontribusi melalui program peningkatan kesadaran dan literasi digital.

Terkait upaya percepatan transformasi digital, Henri mengatakan pemerintah telah mempercepat perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital serta penyediaan layanan internet. Juga menyiapkan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis, antara lain pemerintahan, layanan publik, bansos, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, dan penyiaran.